Ada apa hari ini?

Pagi tadi saya bangun sekitar jam 9 lewat, sudah mau siang sih hehe, karena malam harinya saya begadang menonton film sampai jam hampir menunjukkan pukul 3 baru saya tertidur. Saya seperti itu ketika nonton film apalagi alur ceritanya menarik dan membuat penasaran, saya ga bisa berhenti sampai belum benar-benar mengantuk, karena memang hobi saya menonton sih.

Saya mau menceritakan betapa sukanya saya nonton film sampai lupa waktu, pengalaman saya waktu awal-awal lockdown tahun lalu, saat itu saya masih berada di kota tempat saya berkuliah yaitu di yogyakarta, kota yang selalu saya rindukan, saya berada di kontrakan teman saya waktu SMA kita berasal dari pulau yang sama, tempatnya itu berada di daerah gamping. Waktu itu masih ketatkan peraturan keluar rumah sehingga kami stay dirumah saja kita saat itu berbincang banyak hal tentang covid mulai dari konspirasi, kebijakan pemerintah, dan bagaimana prosedur mudik atau pulang ke kampung halaman.

Setelah itu kami berencana untuk tetap tinggal sampai keadaan membaik dan kami merencanakan bagaimana cara kita agar produktif dengan berada dirumah saja, disitu muncul beberapa ide kegiatan yang ingin kita buat yaitu membuat band acoustic, membuat lagu yang mana nanti kita rekam video di upload ke salah satu platform media sosial dan rekam audionya kita upload di podcast yang baru kita buat pada saat itu dan ada satu lagi yaitu kita juga ingin membuat bincang-bincang tentang banyak hal yang akan kita rekam audio dan kita upload juga di podcast kita. Setelah beberapa hari berjalan kita benar-benar melakukan itu kita mengcover sebuah lagu, berbincang tentang dari pendidikan, agama dan lain sebagainya lalu kita upload di podcast, cuma satu yang belum terealisasi yaitu membuat lagu, ada sih yang kita tapi belum tuntas dan itupun masih satu bait, ternyata buat lagu ga gampang.

Nah setelah sekitar 2 mingguan kita masih melakukan kegiatan itu sampai suatu hari kita sudah males, bosan karena kegiatan itu terus berulang-ulnag setiap hari dan pada akhirnya kita sibuk dengan hp sendiri, ada yang main game, nonton film, telpon sama gebetan dan lain-lain. Sampai dimana saya melihat salah satu teman menonton anime berjudul one piece yang membuat penasaran, sehingga saya bertanya “anime one piece itu seruya” temanku menjawab “iya seru coba aja nonton” saat saya coba menonton dan ternyata seru, disitulah saya menonton dari bangun dari tidur hingga mau tidur lagi, bagaimana tidak episode anime one piece saat itu sudah mencapai 900 episode setiap satu episode sekitar 25 menitan dan aku menyelasaikannya hanya dalam satu bulan haha, begitulah ketika saya menyukai film yang alur ceritanya yang menurut saya menarik, membuat penasaran dan menginspirasi. Tapi sebenarnya yang berlebihan itu ga baik sih, karena dari situ saya dengan teman kontrakan sampai tidak peduli apa yang di lakukan satu sama lain kita hanya bertiga dan sibuk dengan kegiatan sendiri, jarang berkomunikasi itupun kita berkomunikasi saat kita mau makan saja dan suasana kontrakan jadi tidak asik sehingga membuat salah satu teman tidak betah san ingin cepat balik ke kampung halamannya, sehingga disitulah kita balik satu persatu.

15 sept 2021

Ada apa hari ini ?

Pada hari ini sebenarnya tidak begitu banyak kegiatan diluar yang saya lakukan, karena saya berada di kampung halaman sudah satu tahun lebih. Setiap harinya saya hanya keluar rumah ketika orang tua menyuruh membelikan sesuatu, pergi sholat di masjid dan jogging di sore hari. Kebanyakan kegiatan saya hanya di dalam rumah saja.

Biasanya yang saya lakukan dirumah menonton Film, YouTube, scrolling Instagram dan hal-hal lain yang berhubungan dengan internet, karena berhubung saya masih libur kenaikan semester jadi saya tidak ada kuliah daring dengan hal yang biasa saya lakukan itu di hari libur ini saya merasa tidak begitu gelisah.

Tetapi hari ini saya sangat begitu gelisah, entah kenapa saya ingin melakukan banyak kegiatan di luar tapi bingung juga mau melakukan apa. Dari kebingungan itu saya berpikir bahwa bagaimana kalau saya melakukan dari hal-hal kecil, seperti tadi ketika sore saya ditawarkan untuk naik motor sama tante saya, karena kebetulan tante saya datang kerumah. Disitu aku baru keluar dari pintu dia mengatakan “ini motor pakai pergi ke masjid” saya menjawab lebih memilih jalan kaki pergi ke masjid dari pada naik motor. Memang akhir-akhir saya selalu jalan ketika pergi masjid karena motor selalu di pakai orang tua pergi ke tempat kerja sehingga mengharuskan saya untuk berjalan kaki. Karena kebetulan masjid tidak terlalu jauh dari rumah sekitar 5 menitan sudah sampai.

Kenapa memilih jalan? Kan naik motor lebih cepat kalau naik motor!. Iya sih tapi saya lebih memilih jalan saya mau ingin memerhatikan atau melihat di sekiling saya karena jujur ketika saya naik motor saya tidak sempat bisa memerhatikan apa yang aja saya lewati. aku tadi baru membaca sebuah tulisan di blog seseorang bertulisan tentang menenangkan pikiran atau mengatur jalan pikiran di saat kita dalam banyak masalah yang menghampiri. Dia bercerita bahwa dia sedang berada dalam masalah kerjanya, hubungan dengan pasangannya dan keponakannya yang baru saja meninggal, di situ dia menerapkan apa yang dia pelajari dari bacaan buku tentang menenangkan pikiran dari masalah yang datang caranya dengan melakukan biasa disebut dengan meditasi seperti duduk tenang sambil memejamkan mata dan bicara dalam hati bahwa kita pasti melaluinya atau memikirkan hal-hal yang bisa membangkitkan semangat kita dan cara kedua mengamati hal-hal kecil yang kita lihat.

Salah satu ceritanya yang teringat di kepala saya dan saya langsung menerapkannya adalah ketika ia menyempatkan dirinya setiap pagi untuk duduk diam sambil memjamkan mata sebelum ia berangkat kerja dan ketika ia dalam perjalan ia menikmatinya tanpa terburu-buru, ia menurunkan kecepatan kendaraannya dan melihat sekelilingnya. Setelah ia sudah menjalankannya beberapa hari ia merasa lebih, tenang dan bisa menerima bahwa masalah akan selalu datang dan pergi. Jadi kita harus bersiap, bijak dalam menyikapinya dan tentunya dengan keadaan pikiran kita tenang.

Semoga hal-hal baik datang kepada kita.

14 sept 2021

Surfeited

Hari ini adalah hari pertama saya menulis di blog yang sudah lama dibuat sekitar pertengahan tahun 2019, tapi baru kali ini saya mencoba untuk menulis di blog yang awalnya hanya menulis di buku kecil berwarna kuning dan notes di hanphone yang berisi tulisan tentang pelajaran yang saya anggap menarik dan pengalaman hidup saya, itupun belum banyak karena saya belum bisa meluangkan waktu untuk menulis.

Beberapa hari lalu saya menemukan postingan dari salah satu akun instagram salah satu penerbit buku dari yogyakarta yang mengadakan “Writting challange” untuk membiasakan menulis, dan saya tertarik untuk bisa melatih tulisan saya. kapan lagi ya kan!. Hehe. Lalu saya mengikutinya dengan harapan agar saya bisa menulis dengan konsisten.

Sebenarnya tema yang di berikan adalah tentang yang di alami hari ini tapi, sebelum itu saya membahas sedikit cerita pengalaman menulis saya lah dan melanjutkan bercerita tentang hari ini.

Ada apa dengan hari ini?

Pagi tadi saya bangun sekitar jam 5 lewat saat adzan sudah berkumandang lah. Sebenarnya ga bangun sendiri sih tapi, di bangunin sama bapak. Hihi. Setelah bangun saya langsung cuci muka lalu saya pergi shalat di masjid dengan berjalan kaki di temani dengan angin subuh yang dinginnya itu buat pengen baring lagi sambil selimutan, tapi kalau ga pergi kena marah lagi, males banget pagi pagi kena omelan orang tua. apalagi kalau ibu saya yang marah, bisa kedengaran sampai ke tetangga sebelah. Haha. begitulah orang tua saya suaranya keras banget, tapi ketika jauh itu kangen banget di omelin sama orang rumah, karena bisa merasakan berisiknya orang rumah tidak sama ketika saat saya lagi kuliah di luar kampung, ga ada yang bangunin pagi harus bangun sendiri dan harus mandiri.

Begitulah untungnya adanya pandemi ini, kita bisa kembali ke rumah bersama keluarga, merasakan masakan rumah dan dengar omelan ibu, karena ketika saya tidak berada di kampung saya hanya bisa berkomunikasi dengan orang tua saya lewat telpon itupun saya menelpon ketika habis uang dan masa pembayaran kuliah. Betapa tidak tau dirinya saya sebagai anak. Haha

Itu salah satu untungnya ada pandemi, tapi lebih banyak tidak untungnya haha. Karena kita susah kalau mau bepergian jauh, banyak syaratnya dan apalagi kampung saya berada di Sulawesi dan saya berkuliah di yogyakarta yang harus menggunakan pesawat atau kapal laut untuk kesana dengan syarat sudah vaksin. Ribet banget. Apalagi kuliah online yang sangat susah untuk tidak mengantuk saat mendengarkan dosennya menjelaskan pelajaran.

Sudah hampir dua tahun kita menghadapi pandemi ini dengan di rumah saja, kuliah daring, dan merasa jenuh dirumah. Tapi akhir-akhir ini sebisa mungkin saya mengisi hari saya dengan kegiatan positif karena pada saat jenuh pikiran kita selalu berpikir kearah yang negatif sehingga bisa berpengaruh pada kesehatan psikologis kita.

Akhir-akhir ini saya sering menonton konten-konten positif di youtube yang bisa mengalihkan saya dari kejenuhan seperti, baru tadi siang saya menonton podcast yang mengundang salah satu tokoh inspiratif yaitu sandiaga uno yang saya tangkap dari pembicaraan yaitu sandiaga uno mengatakan “saya selalu berolahraga dari ketika saya masih muda dan sampai sekarang. Olahraga sekarang menjadi kebutuhan saya karena olahraga membuat saya selalu berpikir positif dan mendapat energi positif dari situ”. Itulah yang mulai saya terapkan akhir-akhir ini, tadi saya sore saya sudah mulai berolahraga jogging dan rasanya itu segar banget.

Sebenarnya masih banyak lagi yang bisa kita lakukan untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif, seperti membaca buku dan saya tadi membaca sebuah artikel yang menyatakan ada sebuah penelitian bahwa menulis adalah salah satu kegiatan yang menyehatkan pikiran, psikologis kita. Jadi, mulailah untuk mengisi hari dengan kegiatan positif agar kita tidak terhindar dari kejenuhan.